Masih banyak orang yang menganggap Tarot sebagai hal yang mistik atau berkaitan dengan supranatural. Seringkali orang mengkaitkan tarot dengan meramal masa depan. Dan tidak sedikit orang yang menganggap tarot sebagai hal yang tidak ilmiah, hanya permainan, tidak bisa dipercaya dan cuma kebetulan saja. Betulkah demikian ???
Bagi kami, yang membingkai tarot dalam sudut pandang psikologi atau Tarot Psikologi menyatakan bahwa tarot sebagai suatu hal yang alamiah serta ilmiah, khususnya dikaji dalam bidang keilmuan psikologi. Spirit yang dibawa dalam tarot psikologi adalah tarot yang digunakan sebagai sarana berkomunikasi dengan pikiran bawah sadar. Sehingga tarot dapat digunakan sebagai sarana konsultasi, terapi atau membantu untuk mendapatkan pencerahan diri dari pikiran bawah sadarnya.
Sehingga tarot psikologi menafikkan tarot digunakan untuk meramal, yaitu dengan pemberian sugesti : “setelah ini kamu akan…” atau sebuah ramalan masa depan yang pasti terjadi dan klien hanya menunggu masa itu terjadi. Bagi kami, ramalan hanyalah akibat dari sebuah sebab dalam dinamika pikiran bawah sadar. Sehingga, dalam tarot psikologi berkeyakinan bahwa masa depan masih bisa berubah, sepanjang seseorang mau merubah dirinya sendirinya, khususnya dari ketidaksadarannya yang mempengaruhi 88% dari sikap dan perilakunya.
Menurut pakar psikologi, Carl Gustav Jung (1875 – 1959) menyatakan bahwa setiap manusia memiliki ketidaksadaran kolektif, dimana melalui hal itulah manusia saling terhubung satu sama lain. Ketidaksadaran kolektif memuat nilai, gagasan atau kebijaksanaan yang bersifat universal,yang diturunkan dari generasi ke generasi. Dan melalui inilah budaya – budaya jaman dahulu serta seseorang mengakses alam semesta terhadap kebijaksanaan universal. Sehingga ketika kartu tarot yang terbuka sesuai dengan keadaan klien, hal itu merupakan ‘kebetulan yang bukan kebetulan’ yang oleh Jung diungkapkan sebagai synchronity atau sinkronitas bahwa segala sesuatu saling berhubungan dengan sesuatu yang lain, yang terkoneksi dengan ketidaksadaran kolektif.
Didalam ketidaksadaran kolektif memuat archetype yang memuat tentang tema, karakter atau kecenderungan seseorang dalam mempersepsi pengalaman, menggambarkan kebutuhan serta bagaimana memenuhi kebutuhan tersebut. Pada archetype memuat persona, anima – animus, self dan shadow, yang kesemuanya mewakili dari ketidaksadaran manusia. Dan kartu tarot merupakan sistem simbol yang merepresentasikan dari archetype yang mewakili isi ketidaksadaran manusia. Seperti misalnya figur Ibu digambarkan sebagai ratu, figure ayah digambarkan sebagai raja, kebijaksanaan digambarkan sebagai ahli tafsir agama, pengorbanan digambarkan sebagai laki-laki tergantung, keseimbangan digambarkan di kartu Kesederhanaan dan seterusnya. Semuanya merupakan bagian dari archetype manusia, yang bersifat universal.
Sehingga tidak heran bila kartu tarot dapat digunakan untuk mengungkap dari isi ketidaksadaran manusia Konsultasi Psikologi Tarot. Terapis atau konselor dapat melihat tingkat kesadaran klien, dari self, higher self menuju ke spiritual self dalam rangka menuju keutuhan diri. Disamping itu, terapis atau konselor juga dapat melihat bagaimana dinamika yang terjadi dalam pikiran bawah sadar, yang selanjutnya dapat melihat pola sebab akibat dalam pikiran bawah sadar klien. Terapis atau konselor dapat melihat pola – pola dalam pikiran bawah sadarnya dalam mempersepsi dan merespon sesuatu yang dapat menghasilkan akibat tertentu. Banyak orang yang mengartikan akibat tersebut merupakan ramalan yang mesti terjadi, padahal tidak, dengan kartu tarot kita dapat melihat program apa yang salah dalam pikiran bawah sadarnya, sehingga terapis / konselor dapat memberi kesadaran baru dalam ketidaksadarannya, sehingga menghasilkan out put atau akibat atau masa depan yang berbeda menjadi lebih baik.
Selain itu, kami mengkolaborasikan seni wacana Konsultasi Psikologi Tarot dengan teknik hipnosis yang kami beri nama hipno - tarot, sehingga dapat melengkapi dan menindaklanjuti ketika terapis atau konselor telah mengetahui dan mengevaluasi bersama program pikiran yang salah dalam ketidaksadarannya melalui kartu tarot. Karena teknik Konsultasi Psikologi Tarot dan hypnosis terbukti efektif untuk mereprogramming pikiran bawah sadar manusia menjadi lebih baik, sehingga nantinya out put yang dihasilkan juga lebih baik.
Nama Perkumpulan :
Asosiaisi Tarot Nusantara Indonesia (ATNI)
Berdiri :
Tanggal 07 Juli 2007 dan dituangkan pada akte Notaris no. 4/2007 tanggal 5 November 2007 dihadapan Notaris Asnahwati H. Herwidhi SH. dikukuhkan oleh Bp. Walikota Jogjakarta, Bp. H. Herry Zudianto, SE., MM. di Jogyakarta (sebelumnya bernama Association of Diviner Tarot Indonesia)
Afiliasi :
Association Tarot America (ATA)
Tarot Guild of Australia
National Guild of Hypnotist (NGH) USA
Dewan Pakar dan Pembina :





